Manajemen resiko pada PT.SAMPOERNA Tbk,
Bab I pendahuluan
Benarkaah kebanyakan orang ingin mengelakan risiko ? Karena selalu ingin aman dan hidup tentram, maka memang kebanyakan orang takut menanggung resiko. Namun semua tahap kehidupan kita mengandung resiko. Kemanaapun kita mengelak atau lari dari resiko, makaa disitupun kita akan menemukan risiko yang lainnya. Resiko merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Bahkan ada orang yang mengatakan , bahwa tak ada hidup tanpa resiko sebagaimana tak ada hidup tanpa maut. Jadi dengan demikian setiap hari kita menghadapi resiko, baik sebagai perorangan, maupun sebagai perusahaan. Orang berusaha melindungi diri tehadap resiko, demikian pula badan usaha pun harus berusaha melindungi diri terhadap resiko.
Agar resiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan, maka seharusnyalah itu dimanajemeni dengan sebaik-baiknya. Namun benarkah para pengusaha Indonesia kurang memperhatikan manajemenn resiko?
Program Manajemen Resiko pertama-tama bertugas mengidentifikasikaan resiko-resiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menentukan besarnya resiko itu dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan untuk menghadapi ataau menangani resiko itu. Ini berarti orang harus menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikannya.
Pendeknya dengan progran itu, dapatlah dilindungi keefektifan operasi perusahaan yang bersangkutan. Jadi pernyataan yang harus dicari jawabannya oleh manajer resiko antara lain adalah : Resiko apa saja yang dihadapi perusahaannya. Bagaimana dampak resiko itu terhadap kehidupan bisnis perusahaannya. Resiko mana yang harus dihadapi sendiri, mana yang harus dipindahkan kepada asuransi. Metode mana yang cocok dan efisien untuk menghadapinya. Dan seterusnya..
TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN RESIKO OLEH PEGAWAI DAN DIREKTUR TERHADAP PEMILIK
Pegawai dan direktur dunia usahamempunyai tanggung jawab hukum terhadap pemegang saham atau pemilik perusahaan bagi pengelolaan resiko murni. William and Heins ( 1985 ) memberikan salah satu contoh pernyataan batas-batas tanggung jawab seseorang manajer resiko dari suatu perusahaan, sebagaiman terlihat dibawaah ini.
Agar resiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan, maka seharusnyalah itu dimanajemeni dengan sebaik-baiknya. Namun benarkah para pengusaha Indonesia kurang memperhatikan manajemenn resiko?
Program Manajemen Resiko pertama-tama bertugas mengidentifikasikaan resiko-resiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menentukan besarnya resiko itu dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan untuk menghadapi ataau menangani resiko itu. Ini berarti orang harus menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikannya.
Pendeknya dengan progran itu, dapatlah dilindungi keefektifan operasi perusahaan yang bersangkutan. Jadi pernyataan yang harus dicari jawabannya oleh manajer resiko antara lain adalah : Resiko apa saja yang dihadapi perusahaannya. Bagaimana dampak resiko itu terhadap kehidupan bisnis perusahaannya. Resiko mana yang harus dihadapi sendiri, mana yang harus dipindahkan kepada asuransi. Metode mana yang cocok dan efisien untuk menghadapinya. Dan seterusnya..
TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN RESIKO OLEH PEGAWAI DAN DIREKTUR TERHADAP PEMILIK
Pegawai dan direktur dunia usahamempunyai tanggung jawab hukum terhadap pemegang saham atau pemilik perusahaan bagi pengelolaan resiko murni. William and Heins ( 1985 ) memberikan salah satu contoh pernyataan batas-batas tanggung jawab seseorang manajer resiko dari suatu perusahaan, sebagaiman terlihat dibawaah ini.
DAERAH TANGGUNG JAWAB UNTUK MANAJER RESIKO FULLTIME
Menentukan resiko dan evaluasi (mengidentifikasikan exposure potensi kerugian dan ukuran kerugian). Pembelanjaan resiko (menentukan tingkat asuransi yang dapat dikurangi ( deductible ) dan batas polis, apakah untuk mengasuransikan atau menanggungnya dan menempatkan perlindungan asuransi ).
Rekayasa atau engineering pencegahan kerugian ( merancang sistem-sistem mekanik dan prosedur-proedur untuk mencegah atau meminimalkan kerugian atas kekayaan dari musibah seperti : api, badai, peledakan, dan sebagainya). Keamanan ( administrasi keamanaan personalia dan penyehatan prosedur keamanan untuk mencegah atau meminimalkan kerugian harta yang disebabkan oleh perilaku yang berasal dari manusia seperti kejahatan, pencurian, pengrusakan dan huru-hara ).
Administrasi keselamatan ( merancang dan mengadministrasikan sistem dan prosedur untuk mencegah atau meminimumkan kerugian yang disebabkan cidera dan penyakit termasuk kelengkapan alat keselamatan memenuhi peraturan pemerintah ). Administrasi penanganan klaim (mengurus klaim dengan pihak asuransi, atau administrasi klaim asuransi sendiri ). Rancangan jaminan hari tua dan administrasinya.
Administrasi unit program manajemen resiko :
1. Akuntansi asuransi ( lokasi premi, statistik kerugian, fungsi pembukuan lainnya)
2. Unit anggaraan
3. Unit manajemen personalia ( jika lebih dari dua unit )
Sumber : The risk and insurance Manager Position : Sibson and Company, princeton,, 1978
PENETAPAN KEBIJAKSANAAN TERTULIS
Manajemen puncak perusahaan menetapkan kebijaksanaan bagi pedoman pelaksanaan kegiatan di Bagian Manajemen Resiko, yang mencakup tujuan, tugas dan tanggung jawab manajemen resiko.
William and Heins ( 1985 ) memberikan contoh kebijaksanaan tersebut bagi perusahaan General Mills, sebagai dibawah ini :
GENERAL MILLS, INC
KEBIJAKSANAAN MANAJEMEN RESIKO
Kegiatan manajem resiko dipengaruhi oleh falsafah umum perusahaan yang bekenaan dengan asuransi.
1. Hilangkan atau kurangi kondisi dan praktek yang menyebabkan kerugian yang dapat diasuransikan.
2. Bila resiko tak dapat dihilangkan atau dikurangi sampai tingkat yang dapat dikerjakan :
a. Beli asuransi komersial yang akan memberikan idemnity bagi kerugian bencana besar ( catastropic losses)
b. Asuransi ( penanggungan ) sendiri terserah pada judgement terbaik bagi perusahaan jika resiko-resiko itu dipertimbangkan tidak begitu penting ditinjau dari sudut operasi keuangan perusahaan.
Tetapi, dalam peristiwa mana saja, usahakan menanggung sebagian resiko dan mengasuransikan sebagian yang lainnya, sepanjang reduksi premi atau pengurangan premi menarik secara ekonomis.
Tanggung jawab Departemen Manajemen Resiko untuk melaksanakan policy itu adalah sebagai berikut :
1. Membantu divisi dan subsidiary untung merancang dan mengoperasikan pengendalian kebakaran dan program-program pencegahan kerugian.
2. Mempelajari rencana konstuksi dan rencana perubahan fasilitas untuk memastikan cukup memenuhi syarat pengendalian resiko dan penerimaan pihak asuransi.
3. Mengembangkan polis perlindungan asuransi dan programnya dan menjaganya untuk selalu sesuai dengan perubahan keadaan (up to date) untuk menjamin efektivitasnya.
4. Negoisasi dan penempatan semua kontark asuransi dan bonding untuk memastikan bahwa telah memenuhi program yang sudah ditetapkan.
5. Mempelajari kembali program asuransi luar negeri.
6. Menyetujui provisi asuransi dari pada leasing sdan kontark sebelum pelaksanaan.
7. Melaporkan dan menyesuaikan semua klaim asuransi.
8. Memberikan saran kepada departemen akuntansi perusahaan dan subsidiary untuk penentuan nilai yang dapat diasuransikan.
9. Administrasi dan mengoperasikan perusahahaan asuransi anak perusahaan GMI : GOLD Medal Insurance Co dan Medallion Insurance Company Limited.
Dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut, Departemen Manajemen Resiko mengharapkan kerjasama dari orang-orang yang berada pada anak perusahaan dan divisi departemen untuk memperoleh informasi, identifikasi resiko dan analisis serta pelaksanan yang terkoordinasi.
ADMINISTRASI PELAKSANAAN PROGRAM
Manajemen resiko dalam perusahaan besar memelihara pencatatan dari bermacam-macam jenis, antaranya yang paling penting adalah kontrak asuransi, teermasuk tanggal jatuh temponya, pencatatan valuasi yang menyebabkan atu menunjukkan nilai dan alokasi semua kekayaan, catatan personalia, analisis secara keseluruhan dari tipe kerugian yang berbeda yang dihadapi perusahaan dan data kerugian sebelumnya.
1. EVALUASI HASIL KERJA
Oleh karena Manajer Resiko membuat keputusan dalam keadaan ketidakpastian maka banyak hal dari hasil kerja mereka sukar untuk dievaluasi dalam jangka waktu yang pendek. Yang lainnya adalah untuk menentukan apakah Manajer Resiko dapat berhasil mencegah membengkaknya pengeluaran Kas sepanjang toleransi yang ditetapkan perusahaan.
HUBUNGAN MANAJEMEN RESIKO DENGAN FUNGSI-FUNGSI LAIN DALAM PERUSAHAAN
1. HUBUNGAN DENGAN FUNGSI AKUNTING
Bagian akunting menjalankan kegiatan manajemen resiko yang penting, yaitu :
a. Mengurangi kesempatan pegawai melakukan penggelapan, dengan jalan menjalankan internal control dan internal audit.
b. Melalui rekening aset bagian akunting mengidentifikasikan dan mengukur exposure kerugian terhadap harta.
c. Melalui penilaian rekening seperti rekening piutang bagian akunting mengukur risiko piutang dan mengalokasikan cadangan dana exposure kerugian piutang.
Bagian akunting juga dapat menimbulkan resiko, misalnya saja penggunaan komputer, resiko tanggung-gugat karena kemungkinan terjadi kesalahan dalam penyajian informasi.
2. HUBUNGAN DENGAN FUNGSI KEUANGAN
Bagian keuangan banyak melakukan banyak penetapan yang mempengaruhi manajemen resiko.
a. Manajer resiko biasanya bawahan Direktur Keuangan
b. Bagian keuangan menganalisis pengaryh turunnya profit dan cash flow
c. Dalam menetapkan apakah perusahaan akan membeli peralatan yang mahal atau gedung baru, maka manajer finansial seharusnya mempertimbangkan resiko murni yang tercipta karena tindakan itu.
d. Jika perusahaan meminjam uang dengan menggunakan harta sebagian kolateral, biasanya pemberi pinjaman menuntut agar harta diasuransikan, yang selanjutnya akan melibatkan manajemen asuransi.
3. HUBUNGAN DENGAN MARKETING
Kegiatan marketing dapat menciptakan resiko, terutama resiko tanggung-gugat. Misalnya perusahaan bisa dituntut oleh pihak luar karena berkenaan dengan penggunaan packaging yang tidak sesuai dengan pesanan.
4. HUBUNGAN DENGAN BAGIAN PRODUKSI
Kegiatan produksi juga banyak menciptakan resiko. Dalam mendesain atau membuat produk atau memberikan service, pekerja seringkali diekspose pada kecelakaan kerja. Karena itu Bagian Produksi haruslah mengidentifikasikan dan mengevaluasi bahaya-bahaya yang terkait dengan proses, servis dan produk. Untuk itu pengawasan terhadap produksi dijalankan mulai dari disain, pengawasan operasi, pengujian mutu bahan dan hasil akhir, pemakaian package yang tidak beracun dan lain sebagainya.
5. HUBUNGAN DENGAN ENGGINERING DAN MAINTENANCE
Bagian ini bertanggung jawab untuk disain pabrik, maintenance, dan melaksanakan fungsi perawatan gedung, pabrik dan peralatan, yang semuanya sangat vital untuk mencegah, mengurangi frekuensi dan keparahan kerugian.
6. HUBUNGAN DENGAN BAGIAN PERSONALIA
Bagian personalia mempunyai banyak tanggung jawab dibidang resiko. Contoh yang paling jelas adalah perencanaan, instalasi, dan administrasi program-program kesejahteraan pegawai.
Karena Bagian Personalia bertanggung jawab untuk seleksi dan latihan personil, maka Bagian Personalia yang bertanggung jawab dalam mengawasi jabatan yang mengandung resiko, misalnya kecelakaan dan penyakit.
2. KOMUNIKASI DUA ARAH
Dari uraian diatas dapat disipulkan bahwa diperlukan komunikasi dua arah antara Manajer Resiko dan Manajer-Manajer lainnya dalam suatu perusahaan untuk menyalurkan informasi yang berkenaan dengan resiko.
Dengan demikian diharapkan resiko itu dapat dimanajeri dengan baik, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan efisien.
SUMBANGAN MANAJEMEN RESIKO TERHADAP PERUSAHAAN, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
• TERHADAP PERUSAHAAN
1. Manajemen resiko dapat mencegah perusahaan dari kegagalan
2. Oleh karena laba dapat ditingkatkan melalui pengurangan pengeluaran, maka Manejem Resiko menunjang secara langsung peningkatan laba tersebut.
3. Manajemen Resiko dapat menyumbang secara tidak langsung laba sedikitnya dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Jika sebuah perusahaan dapat memanajeri resiko murninya dengan berhasil, maka manajer akan bersifat tenang dan percaya diri, dan membuka pikiran untuk menyelidiki resiko spekulatif.
b. Dengan membebaskan manajer umum dari aspek resiko murni dari proyek yang bersifat spekulatif, maka manajemen resiko dalam hal ini menunjang peningkatan kualitas keputusan yang diambil.
c. Bila keputusan telah diambil untuk menerima pokok yang bersifat spekulatif, maka penanganan resiko spekulatif lebih efisien.
d. Manajemen resiko dapat mengurangi fluktuasi laba tahunan dan aliran kas.
e. Melalui persiapan sebelumnya, manajemen resiko dalam banyak hal dapat membuat perusahaan melanjutkan kegiatannya walaupun telah mengalami kerugian. Jadi, dengan demikian mencegah langganan pindah kesaingan.
4. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap resiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan
5. Manajemen resiko melindungi perusahaan dari resiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image.
• TERHADAP KELUARGA
1. Manajemen resiko dapat mempersiapkan keluarga dengan kelima faedah tersebut diatas.
2. Manajemen resiko yang sehat mungkin menyanggupkan suatu keluarga untuk mengurangi pengeluaran untuk asuransi tanpa mengurangi sifat perlindungannya.
3. Jika suatu keluarga telah dilindungi terhadap kematian atau kesehatan, kehilangan atau kerusakan harta bendanya, maka keluarga itu mungkin akan berani untuk menanggung resiko dalam berinvestasi atau persetujuan mengenai karier.
4. Suatu keluarga dapat disembuhkan dari tekanan fisik dan mental.
5. Keluarga mungkin memetik faedah dari program manajemen resiko yang menolong orang-orang lain.
• TERHADAP MASYARAKAT
Masyarakat juga dapat memetik faedah dari makin efisiennya manajemen resiko menangangi perusahaan dan keluarga akan mengurangi beban masyarakat ( social cost ).
OBYEKTIF MANAJEMEN RESIKO
Sasaran yang mungkin akan dicapai oleh manejemen resiko yaitu sebagai berikut:
1. Survival
2. Kedamaian pikiran
3. Memperkecil biaya
4. Menstabilkan pendapatan perusahaan
5. Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan.
6. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan
7. Merumuskan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap karyawan dan massyarakat
OBYEKTIF MANAJEMEN RESIKO HARUS KONSISTEN DENGAN OBYEKTIF PERUSAHAAN
Mehr dan Hedges dalam bukunya “ Risk Management, Concept and Application “, menulis bahwa tujuan umum ( Generale Objective ) perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Profit atau layanan yang efisien
2. Good citizenship
3. Kepuasan pribadi
Obyektif Manajemen Resiko yang dianggap konsisten dengan obyektif umum tersebut dibagi atas :
1. Obyektif yang akan dicapai sesudah terjadinya suatu kerugian (Post-loss-Objective)
a. Survival
b. Kelanjutan operasi perusahaan
c. Stabilitas laba
d. Pertumbuhan
e. Good citizennship dan tanggapan baik dari publik
2. Obyektif yang harus dicapai sebelum terjadinya sesuatu kerugian (Pre-loss-Objective)
a. Ekonomi
b. Pencegahan ketegangan syaraf dan kesusahan
c. Good citizennship dan tanggapan baik dari publik
Menentukan resiko dan evaluasi (mengidentifikasikan exposure potensi kerugian dan ukuran kerugian). Pembelanjaan resiko (menentukan tingkat asuransi yang dapat dikurangi ( deductible ) dan batas polis, apakah untuk mengasuransikan atau menanggungnya dan menempatkan perlindungan asuransi ).
Rekayasa atau engineering pencegahan kerugian ( merancang sistem-sistem mekanik dan prosedur-proedur untuk mencegah atau meminimalkan kerugian atas kekayaan dari musibah seperti : api, badai, peledakan, dan sebagainya). Keamanan ( administrasi keamanaan personalia dan penyehatan prosedur keamanan untuk mencegah atau meminimalkan kerugian harta yang disebabkan oleh perilaku yang berasal dari manusia seperti kejahatan, pencurian, pengrusakan dan huru-hara ).
Administrasi keselamatan ( merancang dan mengadministrasikan sistem dan prosedur untuk mencegah atau meminimumkan kerugian yang disebabkan cidera dan penyakit termasuk kelengkapan alat keselamatan memenuhi peraturan pemerintah ). Administrasi penanganan klaim (mengurus klaim dengan pihak asuransi, atau administrasi klaim asuransi sendiri ). Rancangan jaminan hari tua dan administrasinya.
Administrasi unit program manajemen resiko :
1. Akuntansi asuransi ( lokasi premi, statistik kerugian, fungsi pembukuan lainnya)
2. Unit anggaraan
3. Unit manajemen personalia ( jika lebih dari dua unit )
Sumber : The risk and insurance Manager Position : Sibson and Company, princeton,, 1978
PENETAPAN KEBIJAKSANAAN TERTULIS
Manajemen puncak perusahaan menetapkan kebijaksanaan bagi pedoman pelaksanaan kegiatan di Bagian Manajemen Resiko, yang mencakup tujuan, tugas dan tanggung jawab manajemen resiko.
William and Heins ( 1985 ) memberikan contoh kebijaksanaan tersebut bagi perusahaan General Mills, sebagai dibawah ini :
GENERAL MILLS, INC
KEBIJAKSANAAN MANAJEMEN RESIKO
Kegiatan manajem resiko dipengaruhi oleh falsafah umum perusahaan yang bekenaan dengan asuransi.
1. Hilangkan atau kurangi kondisi dan praktek yang menyebabkan kerugian yang dapat diasuransikan.
2. Bila resiko tak dapat dihilangkan atau dikurangi sampai tingkat yang dapat dikerjakan :
a. Beli asuransi komersial yang akan memberikan idemnity bagi kerugian bencana besar ( catastropic losses)
b. Asuransi ( penanggungan ) sendiri terserah pada judgement terbaik bagi perusahaan jika resiko-resiko itu dipertimbangkan tidak begitu penting ditinjau dari sudut operasi keuangan perusahaan.
Tetapi, dalam peristiwa mana saja, usahakan menanggung sebagian resiko dan mengasuransikan sebagian yang lainnya, sepanjang reduksi premi atau pengurangan premi menarik secara ekonomis.
Tanggung jawab Departemen Manajemen Resiko untuk melaksanakan policy itu adalah sebagai berikut :
1. Membantu divisi dan subsidiary untung merancang dan mengoperasikan pengendalian kebakaran dan program-program pencegahan kerugian.
2. Mempelajari rencana konstuksi dan rencana perubahan fasilitas untuk memastikan cukup memenuhi syarat pengendalian resiko dan penerimaan pihak asuransi.
3. Mengembangkan polis perlindungan asuransi dan programnya dan menjaganya untuk selalu sesuai dengan perubahan keadaan (up to date) untuk menjamin efektivitasnya.
4. Negoisasi dan penempatan semua kontark asuransi dan bonding untuk memastikan bahwa telah memenuhi program yang sudah ditetapkan.
5. Mempelajari kembali program asuransi luar negeri.
6. Menyetujui provisi asuransi dari pada leasing sdan kontark sebelum pelaksanaan.
7. Melaporkan dan menyesuaikan semua klaim asuransi.
8. Memberikan saran kepada departemen akuntansi perusahaan dan subsidiary untuk penentuan nilai yang dapat diasuransikan.
9. Administrasi dan mengoperasikan perusahahaan asuransi anak perusahaan GMI : GOLD Medal Insurance Co dan Medallion Insurance Company Limited.
Dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut, Departemen Manajemen Resiko mengharapkan kerjasama dari orang-orang yang berada pada anak perusahaan dan divisi departemen untuk memperoleh informasi, identifikasi resiko dan analisis serta pelaksanan yang terkoordinasi.
ADMINISTRASI PELAKSANAAN PROGRAM
Manajemen resiko dalam perusahaan besar memelihara pencatatan dari bermacam-macam jenis, antaranya yang paling penting adalah kontrak asuransi, teermasuk tanggal jatuh temponya, pencatatan valuasi yang menyebabkan atu menunjukkan nilai dan alokasi semua kekayaan, catatan personalia, analisis secara keseluruhan dari tipe kerugian yang berbeda yang dihadapi perusahaan dan data kerugian sebelumnya.
1. EVALUASI HASIL KERJA
Oleh karena Manajer Resiko membuat keputusan dalam keadaan ketidakpastian maka banyak hal dari hasil kerja mereka sukar untuk dievaluasi dalam jangka waktu yang pendek. Yang lainnya adalah untuk menentukan apakah Manajer Resiko dapat berhasil mencegah membengkaknya pengeluaran Kas sepanjang toleransi yang ditetapkan perusahaan.
HUBUNGAN MANAJEMEN RESIKO DENGAN FUNGSI-FUNGSI LAIN DALAM PERUSAHAAN
1. HUBUNGAN DENGAN FUNGSI AKUNTING
Bagian akunting menjalankan kegiatan manajemen resiko yang penting, yaitu :
a. Mengurangi kesempatan pegawai melakukan penggelapan, dengan jalan menjalankan internal control dan internal audit.
b. Melalui rekening aset bagian akunting mengidentifikasikan dan mengukur exposure kerugian terhadap harta.
c. Melalui penilaian rekening seperti rekening piutang bagian akunting mengukur risiko piutang dan mengalokasikan cadangan dana exposure kerugian piutang.
Bagian akunting juga dapat menimbulkan resiko, misalnya saja penggunaan komputer, resiko tanggung-gugat karena kemungkinan terjadi kesalahan dalam penyajian informasi.
2. HUBUNGAN DENGAN FUNGSI KEUANGAN
Bagian keuangan banyak melakukan banyak penetapan yang mempengaruhi manajemen resiko.
a. Manajer resiko biasanya bawahan Direktur Keuangan
b. Bagian keuangan menganalisis pengaryh turunnya profit dan cash flow
c. Dalam menetapkan apakah perusahaan akan membeli peralatan yang mahal atau gedung baru, maka manajer finansial seharusnya mempertimbangkan resiko murni yang tercipta karena tindakan itu.
d. Jika perusahaan meminjam uang dengan menggunakan harta sebagian kolateral, biasanya pemberi pinjaman menuntut agar harta diasuransikan, yang selanjutnya akan melibatkan manajemen asuransi.
3. HUBUNGAN DENGAN MARKETING
Kegiatan marketing dapat menciptakan resiko, terutama resiko tanggung-gugat. Misalnya perusahaan bisa dituntut oleh pihak luar karena berkenaan dengan penggunaan packaging yang tidak sesuai dengan pesanan.
4. HUBUNGAN DENGAN BAGIAN PRODUKSI
Kegiatan produksi juga banyak menciptakan resiko. Dalam mendesain atau membuat produk atau memberikan service, pekerja seringkali diekspose pada kecelakaan kerja. Karena itu Bagian Produksi haruslah mengidentifikasikan dan mengevaluasi bahaya-bahaya yang terkait dengan proses, servis dan produk. Untuk itu pengawasan terhadap produksi dijalankan mulai dari disain, pengawasan operasi, pengujian mutu bahan dan hasil akhir, pemakaian package yang tidak beracun dan lain sebagainya.
5. HUBUNGAN DENGAN ENGGINERING DAN MAINTENANCE
Bagian ini bertanggung jawab untuk disain pabrik, maintenance, dan melaksanakan fungsi perawatan gedung, pabrik dan peralatan, yang semuanya sangat vital untuk mencegah, mengurangi frekuensi dan keparahan kerugian.
6. HUBUNGAN DENGAN BAGIAN PERSONALIA
Bagian personalia mempunyai banyak tanggung jawab dibidang resiko. Contoh yang paling jelas adalah perencanaan, instalasi, dan administrasi program-program kesejahteraan pegawai.
Karena Bagian Personalia bertanggung jawab untuk seleksi dan latihan personil, maka Bagian Personalia yang bertanggung jawab dalam mengawasi jabatan yang mengandung resiko, misalnya kecelakaan dan penyakit.
2. KOMUNIKASI DUA ARAH
Dari uraian diatas dapat disipulkan bahwa diperlukan komunikasi dua arah antara Manajer Resiko dan Manajer-Manajer lainnya dalam suatu perusahaan untuk menyalurkan informasi yang berkenaan dengan resiko.
Dengan demikian diharapkan resiko itu dapat dimanajeri dengan baik, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan efisien.
SUMBANGAN MANAJEMEN RESIKO TERHADAP PERUSAHAAN, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
• TERHADAP PERUSAHAAN
1. Manajemen resiko dapat mencegah perusahaan dari kegagalan
2. Oleh karena laba dapat ditingkatkan melalui pengurangan pengeluaran, maka Manejem Resiko menunjang secara langsung peningkatan laba tersebut.
3. Manajemen Resiko dapat menyumbang secara tidak langsung laba sedikitnya dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Jika sebuah perusahaan dapat memanajeri resiko murninya dengan berhasil, maka manajer akan bersifat tenang dan percaya diri, dan membuka pikiran untuk menyelidiki resiko spekulatif.
b. Dengan membebaskan manajer umum dari aspek resiko murni dari proyek yang bersifat spekulatif, maka manajemen resiko dalam hal ini menunjang peningkatan kualitas keputusan yang diambil.
c. Bila keputusan telah diambil untuk menerima pokok yang bersifat spekulatif, maka penanganan resiko spekulatif lebih efisien.
d. Manajemen resiko dapat mengurangi fluktuasi laba tahunan dan aliran kas.
e. Melalui persiapan sebelumnya, manajemen resiko dalam banyak hal dapat membuat perusahaan melanjutkan kegiatannya walaupun telah mengalami kerugian. Jadi, dengan demikian mencegah langganan pindah kesaingan.
4. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap resiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan
5. Manajemen resiko melindungi perusahaan dari resiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image.
• TERHADAP KELUARGA
1. Manajemen resiko dapat mempersiapkan keluarga dengan kelima faedah tersebut diatas.
2. Manajemen resiko yang sehat mungkin menyanggupkan suatu keluarga untuk mengurangi pengeluaran untuk asuransi tanpa mengurangi sifat perlindungannya.
3. Jika suatu keluarga telah dilindungi terhadap kematian atau kesehatan, kehilangan atau kerusakan harta bendanya, maka keluarga itu mungkin akan berani untuk menanggung resiko dalam berinvestasi atau persetujuan mengenai karier.
4. Suatu keluarga dapat disembuhkan dari tekanan fisik dan mental.
5. Keluarga mungkin memetik faedah dari program manajemen resiko yang menolong orang-orang lain.
• TERHADAP MASYARAKAT
Masyarakat juga dapat memetik faedah dari makin efisiennya manajemen resiko menangangi perusahaan dan keluarga akan mengurangi beban masyarakat ( social cost ).
OBYEKTIF MANAJEMEN RESIKO
Sasaran yang mungkin akan dicapai oleh manejemen resiko yaitu sebagai berikut:
1. Survival
2. Kedamaian pikiran
3. Memperkecil biaya
4. Menstabilkan pendapatan perusahaan
5. Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan.
6. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan
7. Merumuskan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap karyawan dan massyarakat
OBYEKTIF MANAJEMEN RESIKO HARUS KONSISTEN DENGAN OBYEKTIF PERUSAHAAN
Mehr dan Hedges dalam bukunya “ Risk Management, Concept and Application “, menulis bahwa tujuan umum ( Generale Objective ) perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Profit atau layanan yang efisien
2. Good citizenship
3. Kepuasan pribadi
Obyektif Manajemen Resiko yang dianggap konsisten dengan obyektif umum tersebut dibagi atas :
1. Obyektif yang akan dicapai sesudah terjadinya suatu kerugian (Post-loss-Objective)
a. Survival
b. Kelanjutan operasi perusahaan
c. Stabilitas laba
d. Pertumbuhan
e. Good citizennship dan tanggapan baik dari publik
2. Obyektif yang harus dicapai sebelum terjadinya sesuatu kerugian (Pre-loss-Objective)
a. Ekonomi
b. Pencegahan ketegangan syaraf dan kesusahan
c. Good citizennship dan tanggapan baik dari publik
Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hokum).
Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).
Pada saat kita mengerjakan pengembangan perangkat lunak sering kita menghadapi berbagai situasi yang tidak nyaman seperti keterlambatan pengembangan atau pengeluaran biaya pengembangan yang melebihi anggaran. Hal ini dikarenakan kurang siapnya kita menghadapi berbagai kemungkinan resiko yang akan terjadi. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalkan resiko tersebut.
Mengapa manajemen resiko itu penting? Sikap orang ketika menghadapi resiko berbeda-beda. Ada orang yang berusaha untuk menghindari resiko, namun ada juga yang sebaliknya sangat senang menghadapi resiko sementara yang lain mungkin tidak terpengaruh dengan adanya resiko. Pemahaman atas sikap orang terhadap resiko ini dapat membantu untuk mengerti betapa resiko itu penting untuk ditangani dengan baik.
Beberapa resiko lebih penting dibandingkan resiko lainnya. Baik penting maupun tidak sebuah resiko tertentu bergantung pada sifat resiko tersebut, pengaruhnya pada aktifitas tertentu dan kekritisan aktifitas tersebut. Aktifitas beresiko tinggi pada jalur kritis pengembangan biasanya merupakan penyebabnya.
Untuk mengurangi bahaya tersebut maka harus ada jaminan untuk meminimalkan resiko atau paling tidak mendistribusikannya selama pengembangan tersebut dan idealnya resiko tersebut dihapus dari aktifitas yang mempunyai jalur yang kritis.
Resiko dari sebuah aktifitas yang sedang berlangsung sebagian bergantung pada siapa yang mengerjakan atau siapa yang mengelola aktifitas tersebut. Evaluasi resiko dan alokasi staf dan sumber daya lainnya erat kaitannya.
Resiko dalam perangkat lunak memiliki dua karakteristik:
- Uncertainty : tidak ada resiko yang 100% pasti muncul.
- Loss : resiko berimbas pada kehilangan.
Dan resiko memiliki tiga kategori:
- Resiko proyek : berefek pada perencanaan proyek.
- Resiko teknikal : berefek pada kualitas dan waktu pembuatan perangkat lunak.
- Resiko bisnis : berefek pada nilai jual produk
Contoh : Seorang programmer yang sangat pintar keluar. Resiko yang mana?

Langkah-langkah dalam manajemen proses adalah :
- Identifikasi resiko
Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi resiko secara akurat dan komplit sangatlah vital dalam manajemen resiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain:
- Brainstorming
- Survei
- Wawancara
- Informasi histori
- Kelompok kerja
Tipe-tipe resiko:
Untuk keperluan identifikasi dan mengelola resiko yang dapat menyebabkan sebuah pengembangan melampaui batas waktu dan biaya yang sudah dialokasikan maka perlu diidentifikasikan tiga tipe resiko yang ada yaitu:
- Resiko yang disebabkan karena kesulitan melakukan estimasi.
- Resiko yang disebabkan karena asumsi yang dibuat selama proses perencanaan.
- Resiko yang disebabkan adanya even yang tidak terlihat (atau tidak direncanakan).
Beberapa kategori faktor yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
- Application Factor
Sesuatu yang alami dari aplikasi baik aplikasi pengolahan data yang sederhana, sebuah sistem kritis yang aman maupun sistem terdistribusi yang besar dengan elemen real time terlihat menjadi sebuah faktor kritis. Ukuran yang diharapkan dari aplikasi juga sesuatu yang penting – sistem yang lebih besar, lebih besar dari masalah error, komunikasi dan manajemennya.
- Staff Factor
Pengalaman dan kemampuan staf yang terlibat merupakan faktor utama – seorang programer yang berpengalaman, diharapkan akan sedikit melakukan kesalahan dibandingkan dengan programer yang sedikit pengalamannya. Akan tetapi kita harus juga mempertimbangkan ketepatan pengalaman tersebut- pengalaman membuat modul dengan Cobol bisa mempunyai nilai kecil jika kita akan mengembangkan sistem kendali real-time yang komplek dengan mempergunakan C++.
Beberapa faktor seperti tingkat kepuasan staf dan tingkat pergantian dari staf juga penting untuk keberhasilan sebarang pengembangan – staf yang tidak termotivasi atau person utama keluar dapat menyebabkan kegagalan pengembangan.
- Project Factor
Merupakan hal yang penting bahwa pengembangan dan obyektifnya terdefinisi dengan baik dan diketahui secara jelas oleh semua anggota tim dan semua stakeholder utama. Jika hal ini tidak terlaksana dapat muncul resiko yang berkaitan dengan keberhasilan pengembangan tersebut. Dengan cara serupa, perencanaan kualitas yang formal dan telah disepakati harus dipahami oleh semua partisipan. Jika perencanaan kualitas kurang baik dan tidak tersosialisasi maka dapat mengakibatkan gangguan pada pengembangan tersebut.
- Project Methods
Dengan mempergunakan spefikasi dan metode terstruktur yang baik pada manajemen pengembangan dan pengembangan sistem akan mengurangi resiko penyerahan sistem yang tidak memuaskan atau terlambat. Akan tetapi penggunaan metode tersebut untuk pertama kali dapat mengakibatkan problem dan delay.
- Hardware/software Factor
Sebuah pengembangan yang memerlukan hardware baru untuk pengembangan mempunyai resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan software yang dapat dibangun pada hardware yang sudah ada (dan familiar). Sebuah sistem yang dikembangkan untuk satu jenis hardware atau software platform tertentu jika dipergunakan pada hardware atau software platform lainnya bisa menimbulkan resiko tambahan (dan tinggi) pada saat instalasi.
- Changeover Factor
Kebutuhan perubahan “all-in-one” kedalam suatu sistem baru mempunyai resiko tertentu. Perubahan secara bertahap atau gradual akan meminimisasi resiko akan tetapi cara tersebut tidak praktis. Menjalankan secara paralel dapat memberikan solusi yang aman akan tetapi biasanya tidak mungkin atau terlalu mahal.
- Supplier Factor
Suatu pengembangan yang melibatkan organisasi eksternal yang tidak dapat dikendalikan secara langsung dapat mempengaruhi keberhasilan pengembangan. Misal tertundanya instalasi jalur telpon atau pengiriman peralatan yang sulit dihindari- dapat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan.
- Environment Factor
Perubahan pada lingkungan dapat mempengaruhi keberhasilan pengembangan. Misal terjadi perubahan regulasi pajak, akan mempunyai dampak yang cukup serius pada pengembangan aplikasi penggajian.
- Health and Safety Factor
Ada satu isu utama yaitu faktor kesehatan dan keamanan dari partisipan yang terlibat dalam pengembangan software walaupun tidak umum (dibandingkan dengan pengembangan teknik sipil) yang dapat mempengaruhi aktifitas pengembangan.
Bab II bagaimana penanganan atau pengendalian resiko yang dilakukan perusahaan
PT.HM SAMPOERNA Tbk.
Sedikit mengenai jajaran pimpinan SAMPOERNA Tbk.
1. Liem Seeng Tee (1893–1956)
Liem Seeng Tee adalah pendiri PT. HM Sampoerna, sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia. Dia adalah generasi pertama dari keluarga Sampoerna; ayah dari Aga Sampoerna dan kakek dari Putera Sampoerna. Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio mendirikan Sampoerna pada tahun 1913 di Surabaya.
2. Aga SampoernaLiem Seeng Tee adalah pendiri PT. HM Sampoerna, sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia. Dia adalah generasi pertama dari keluarga Sampoerna; ayah dari Aga Sampoerna dan kakek dari Putera Sampoerna. Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio mendirikan Sampoerna pada tahun 1913 di Surabaya.
Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.
3. Putera Sampoerna
Generasi berikutnya,adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan.
4. Michael Sampoerna
Pada tahun 2000, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO. Pada Maret 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris. Philip Morris adalah produsen rokok asal Amerika Serikat dengan keahlian pada produk rokok putih seperti Marlboro, Virginia Slims, dan Benson & Hedges. Bagi perusahaan itu, investasi di Sampoerna adalah kesempatan besar untuk masuk dalam jajaran lima besar dunia dengan memulai mempelajari industri rokok kretek. Setelah akusisi 40 persen saham selesai, Philip Morris akan melakukan tender untuk pembelian sisa saham lain di HM Sampoerna.
Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.
Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna. Jajaran Direksi dan manajemen baru yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI, sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak hampir seabad lalu.
A .Produksi Rokok
Dari Lahan Pertanian Hingga Pabrik
Setelah dipanen dan dikeringkan, tembakau dan cengkeh dibawa ke lokasi pabrik. Tembakau biasanya disimpan hingga selama 3 tahun dalam lingkungan terkontrol untuk membantu meningkatkan cita rasanya. Cengkeh juga melewati proses penyimpanan serupa hingga selama satu tahun sebelum diproses menjadi “cengkeh rajang” (cut clove). Tembakau yang telah disimpan akan diproses terlebih dahulu sebelum dicampur dengan cengkeh rajangan yang telah kering, kemudian dijadikan racikan rokok yang akan dilinting menjadi rokok. Racikan yang telah selesai, yang biasa disebut “cut filler,” disimpan dalam lumbung berukuran besar sebelum memasuki proses produksi rokok.
Rokok kretek dapat berupa sigaret kretek tangan (SKT) atau sigaret kretek mesin (SKM). Salah satu keunikan industri kretek Indonesia ialah masih digunakannya metode pelintingan secara manual dengan tangan, dimana para pekerja melinting produk rokok kretek dengan sangat cepat, bahkan hingga dapat mencapai 350 batang per jam.
Fasilitas Linting-tangan dan Buatan mesin
Produksi sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin terdiri dari tiga tahapan:
• Pemrosesan daun tembakau;
• Produksi rokok;
• Dan pengemasan serta persiapan distribusi.
Dalam tiap tahapan produksi, pengendalian mutu yang sangat cermat memegang peranan penting untuk memastikan bahwa setiap batang rokok dibuat dengan standar tertinggi. Setelah siap, rokok kemudian dikemas dan dikirimkan untuk proses distribusi.
B.Visi dan Misi Sampoerna
Visi PT HM Sampoerna Tbk. (”Sampoerna”) terkandung dalam “Falsafah Tiga Tangan”. Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga ”Tangan”, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia.
Sampoerna meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut:
1. Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok dewasa
Sampoerna berkomitmen penuh untuk memproduksi sigaret berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang dinamis.
2. Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha
Karyawan adalah aset terpenting Sampoerna. Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan. Di sisi lain, mitra usaha PT HM Sampoerna Tbk juga berperan penting dalam keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk, dan PT HM Sampoerna Tbk mempertahankan kerjasama yang erat dengan mereka untuk memastikan vitalitas dan ketahanan mereka.
3. Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas
Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan sumbangsih, PT HM Sampoerna Tbk memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan.
Program Tanggung Jawab Sosial PT HM Sampoerna Tbk
• Cara PT HM Sampoerna Tbk Beroperasi
PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia dengan fasilitas pabrikan dan kantor penjualan di berbagai daerah di Indonesia. Di mana perusahaan ini melakukan proses manufaktur, perusahaan ini selalu menerapkan standar tertinggi untuk memastikan kualitas prima yang diharapkan para perokok merek perusahaan ini. Operasional perusahaan ini sehari-hari tidak hanya meliputi produksi rokok, tetapi juga mencakup cara perusahaan ini berbisnis dan berinteraksi dengan dunia di luar kantor PT HM Sampoerna Tbk., baik secara lokal ataupun global.Di setiap negara tempat produk PT HM Sampoerna Tbk. dijual, PT HM Sampoerna Tbk. dipandu oleh prinsip dasar yang sama. Salah satu tujuan utama perusahaan ini adalah menjadi perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial. Karena itulah PT HM Sampoerna Tbk. menganggap sangat serius kinerja sosial perusahaan ini:
Ø PT HM Sampoerna Tbk mengomunikasikan dampak negatif merokok terhadap kesehatan.
Ø PT HM Sampoerna Tbk mendukung kerangka regulasi rokok yang menyeluruh dan memperhatikan tujuan kesehatan masyarakat, ketenagakerjaan, pendapatan negara dan prediktabilitas industri.
Ø PT HM Sampoerna Tbk mendukung pelaksanaan dan pemberlakuan tegas ketentuan yang mengatur usia minimum pembelian produk tembakau. PT HM Sampoerna Tbk juga bekerjasama erat bersama pengecer dan mitra lain untuk menerapkan program pencegahan merokok di kalangan anak dan remaja.
Ø PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan pembuat kebijakan, lembaga penegak hukum, dan pihak pengecer untuk memerangi perdagangan ilegal rokok palsu dan selundupan.
Ø PT HM Sampoerna Tbk telah menerapkan kebijakan dan program untuk secara konsisten mengurangi dampak lingkungan, dengan mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta mengurangi produksi limbah.
Ø PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan petani dan pemasok untuk mengembangkan pertanian tembakau berkelanjutan.
Ø PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan pemasok, lembaga masyarakat, dan pemerintah untuk mengatasi masalah pekerja anak dan pelanggaran lainnya di pasar tenaga kerja yang terkait dengan rantai pasokan PT HM Sampoerna Tbk.
Ø PT HM Sampoerna Tbk, berkontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat lokal melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan, kegiatan suka rela dan dukungan terhadap berbagai lembaga nirlaba.
Bagi PT HM Sampoerna Tbk. (”Sampoerna”), berinvestasi pada kesejahteraan masyarakat tak kalah pentingnya dengan investasi pada masa depan bisnis. PT HM Sampoerna Tbk mendukung berbagai program tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kondisi hidup di lingkungan tinggal dan kerja para karyawan PT HM Sampoerna Tbk, serta pada masyarakat petani yang memasok tembakau pada PT HM Sampoerna Tbk. Sejumlah bidang utama pemberian dukungan PT HM Sampoerna Tbk adalah pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan dan penanganan bencana alam.
• Empat pilar Program Tanggung Jawab Sosial PT HM Sampoerna Tbk
1. Penanggulangan Bencana
Untuk menanggulangi bencana alam PT Sampoerna membentuk Tim Sampoerna Rescue (SAR). Tim tersebut telah diikutsertakan untuk melakukan penanganan bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu PT Sampoerna juga memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terkena bencana.
2. Pendidikan
Sampoerna berfokus dalam memberikan akses lebih besar terhadap materi pendidikan melalui Pusat Pembelajaran Masyarakat dan Mobil Pustaka di daerah sekitar pabrik di Jawa Timur dan Jawa Barat. Sampoerna juga mengoperasikan perpustakaan karyawan di pabrik Surabaya, Jawa Timur. Memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan, Sampoerna mendirikan sekolah bisnis yaitu Sampoerna School of Business dan Akademi Putera Sampoerna Foundation atau lebih dikenal sebagai Sampoerna Foundation adalah sebuah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Putera Samporna beserta para pemegang saham PT HM Sampoerna lainnya didirikan pada tahun 2001 bertujuan untuk peningkatan pendidikan nasional di Indonesia
3. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Pada tahun 2006, Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKSampoerna) mulai beroperasi di dekat pabrik yang berada di Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur. PPKSampoerna menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk mendorong pengembangan usaha kecil di masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Sampoerna dan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Lombok. Selain itu untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, Sampoerna juga membangun usaha mikro dan kecil.
4. Keberlangsungan Lingkungan
Melalui kerja sama dengan beberapa organisasi lingkungan, Sampoerna mendukung Program Pelestarian Mangrove di Surabaya dan penanaman kembali hutan di Pasuruan dan Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
ANALISIS SWOT PT HM SAMPOERNA TBK
1. Strength
Ø Kualitas Bahan Baku
Kualitas bahan baku rokok sampoerna sudah terpercaya, kualitas bahan baku menjadi andalan sampoerna untuk bersaing dengan empat perusahaan rokok besar Indonesia lainnya (Gudang garam, Djarum, Bentoel Prima dan Wismilak).
Ø Menguasai pangsa pasar
Produk-produk rokok sampoerna secara keseluruhan menguasai pangsa pasar rokok Indonesia dengan pangsa pasar 24,2 %, posisi runner-up Gudang Garam 23,6 dan pada peringkat ketiga Djarum 20,4 %.
Ø Kredibilitas Perusahaan
Perusahaan yang telah berdiri hampir mencapai seratus tahun pastinya memiliki kredibilitas perusahaan yang baik. Kredibilitas Sampoerna tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui jalan yang panjang dan berbagai prestasi yang telah ditorehkan. Kredibilitas perusahaan inilah yang menjadi dasar terbentuknya trust ‘kepercayaan’ dari para stakeholder yang terbukti menjadi poin krusial dalam pengembangan suatu bisnis.
Ø Budaya Perusahaan
Budaya perusahaan dalam tubuh sampoerna sudah menjadi spirit d’corps sampoerna. Dalam kegiatan sehari-hari budaya perusahaan tersebut menjiwai seluruh aktifitas karyawan sehingga kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan adanya budaya perusahaan yang baik maka perusahaan akan mampu bertahan dan berkembang lebih baik lagi.
Ø Nilai capital yang besar
Setelah Philip Morris menjadi pemilik dominan saham perusahaan. Sampoerna memiliki capital yang cukup besar dan jaminan tersedianya modal dibawah naungan perusahaan rokok raksasa dunia. Dengan tersedianya dana yang besar, memudahkan perusahaan untuk menjalankan strategi pemasaran dan kegiatan operasional perusahaan.
2. Weakness
Ø Harga yang cukup mahal
Harga yang cukup mahal Harga yang cukup mahal menjadi kelemahan sampoerna yang sangat terlihat dimata competitor. Harga cukup mahal ini bersala dari biaya promosi yang besar dan bahan baku yang mahal.
Ø Kurang diminatinya produk rokok SKM mild di Internasional
Para perokok luar negeri sudah terbiasa dengan rokok putih dan sudah candu dengan rasa yang diberikan oleh rokok putih, kehadiran rokok kretek mild tidak bias menggeser kedudukan rokok putih sebagai rokok no. 1 di luar negeri untuk saat ini.
Ø Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing
Walaupun Dji Sam Soe Filtered memilki kualitas tembakau dan cengkeh yang tidak kalah dari para pesaing, tetapi perbedaan harga membuat Dji Sam Soe filter tidak bias menggeser kedudukan Gudang Garam Internasional dari peringkat pertama dan minimnya distribusi dan promosi membuat sangat memperkokoh posisi Gudang Garam Internasional sebagai Champion.
Ø Modal yang cukup besar untuk mengadakan event berkala
seperti A mild live wanted, Java Jazz, COPA Dji Sam Soe, Liga voli Proliga, IBL, Jak Jazz dan Soundrenaline. Pengalokasian yang dipakai sampoerna banyak dipakai untuk membuat suatu event, terlebih lagi event yang dibuat adalah event berkala (Java Jazz, Jak jazz, IBL, Proliga, COPA, Soundrenaline dan Amild live wanted) dengan jangka waktu setahun sekali event tersebut dilaksanakan, sudah terhitung ada tujuh event besar yang harus didanai setiap tahunnya. Dengan adanya event berkala tersebut sampoerna harus menyediakan dana yang cukup besar
Ø Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution
Rokok Avolution yang seharus menjadi harapan agar dapat bersaing dengan rokok putih, tetapi yang terjadi pertumbuhan rokok tersebut sangat lambat, permintaan turun dan profit menurun, akhirnya malah memberikan kerugian dan memberikan dampak yang negative. Rokok Avolution yang seharusnya harapan dilihat dari launchingnya yang sangat luar biasa utnuk industry rokok Indonesia, tetapi yang terjadi produk ini tidak memberikan laba yang sesuai harapan seiring berjalannya waktu.
3. Opportunity
Ø Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis
Masuknya Philip Morris yang notabenenya termasuk perusahaan rokok besar dunia, memudahkan sampoerna untuk mengekspansi bisnisnya ke International melalui bantuan perusahaan Philip Morris
Ø Trend pasar positif untuk rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) di Indonesia
Perlu diketahui lagi bahwa rokok akan menyebabkan kecanduan dan kecanduan tersebut tidak hanya karena rokoknya tetapi juga karena rasa yang diberikan oleh rokok tersebut, kecanduan tersebut membuat seseorang tidak bias pindah ke produk lain. Dilihat dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa perokok telah menjadi menyumbang laba tetap untuk perusahan rokok. Meningkatnya jumlah anak muda yang merokok dan banyak strategi yang diluncurkan produsen LTLN untuk menarik para anak muda dengan event music menyebabkan banyaknya anak muda yang menggemari rokok LTLN, memberikan angin perubahan untuk industry rokok dimasa mendatang karena anak muda yang merokok LTLN saat ini tidak bias pindah ke merk lain dikarenakan dia sudah candu dari rasa yang diberikan rokok tersebut. Tingginya kesadaran kesehatan masyarakat dan gaya hidup yang menganggap rokok LTLN lebih keren memungkinkan perubahan trend pada industry rokok.
Ø Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru
Banyaknya event yang diadakan sampoerna menjadi kesempatan bagi sampoerna untuk mempromosikan produk baru tanpa dipungut biaya advertising. Dengan banyaknya event, akan meningkatkan brand awareness yang dimiliki produk tersbut sehingga memudahkan produk itu dikenal dan diingat customer.
Ø Kemungkinan produk baru
Besarnya modal yang dimiliki sampoerna dan kerjasamanya dengan Philip Morris, memungkinkan Sampoerna untuk mengembangkan produk baru apabila ada pasar yang cocok.
Ø Beralihnya customer rokok competitor ke rokok LTLN Sampoerna.
Tingginya kesadaran akan kesehatan masyarakat memungkinkan pindahnya customer rokok GG dan Djarum ke rokok LTLN Sampoerna atau A mild. Besarnya kemungkinan pindah sangat tinggi karena tingginya kesadaran akan kesehatan dan rasa dari rokok sampoerna memiliki kemiripan dengan rokok SKM GG Internasional dan Djarum Super.
4. Threats
Ø Regulasi dan perda mengenai anti-rokok
Perda ini memungkinkan penurunan jumlah perokok dan permintaan atas rokok yang terjadi disuatu daerah yang memiliki perda anti-rokok.
Ø Kompetitor dari rokok jenis Mild
Dilihat dari trend positif rokok mild, banyak dari produsen rokok mulai merambah pangsa pasar rokok mild. Untuk saat ini produsen rokok besar sudah memproduksi rokok mild, Gudang Garam ada Surya Signature, dari pihak Djarum lahir LA Light, yang cukup mengancam Sampoerna saat ini, dari kubu Bentoel Prima ada Starmild yang berada di posisi ketiga pangsa pasar rokok mild, bahkan produsen rokok kecil seperti Nojorono Tobacco Indonesia ikut meramaikan industry rokok Indonesia dengan mengusung produk Class Mild yang menduduki peringkat runner-up. Bertambahnya competitor menambah ketatnya persaingan rokok di Indonesia, akhirnya ada yang tersingkir dari persaingan tersebut.
Ø Bertambahnya competitor rokok jenis mild
Pangsa pasar rokok mild yang menjanjikan di masa depan memungkinkan munculnya pendatang baru dalam persaingan industry rokok mild.
Ø Tingginya pajak rokok
Tingginya pajak rokok membuat rendahnya daya beli masyarakat terhadap rokok sehingga terjadi penurunan permintaan rokok.
Ø Berkurangnya event yang disponsori perusahaan rokok
Berkurangnya event yang disponsori rokok merupakan impact dari mindset masyarakat yang mendukung anti-rokok dan ingin mengurangi promosi rokok yang terdapat pada event khususnya event anak muda. Dengan berkurangnya event yang disponsori perusahaan rokok membuat perusahaan rokok sulit untuk mempromosikan produknya dan seiring berjalannya waktu tingkat awareness akan berkurang.
HASIL ANALISIS
Dari analisis SWOT yang PT HM Sampoerna Tbk. sebutkan diatas, dapat di perinci menjadi beberapa inti yakni sebagai berikut:
Ø Strength
1. Kualitas Bahan Baku
2. Menguasai pangsa pasar
3. Kredibilitas perusahaan
4. Budaya Perusahaan
5. Nilai capital yang besar
Ø Weakness
1. Harga yang cukup mahal
2. Kurang diminatinya produk rokok kretek mild di Internasional
3. Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing
4. Modalyang cukup besar untuk mengadakan event berkala.
5. Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution
Ø Opportunity
1. Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis
2. Trend pasar positif untuk rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) diIndonesia
3. Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru
4. Kemungkinan lahirnya produk baru
5. Beralihnya customer competitor ke rokok (LTLN) Sampoerna
Ø Threath
1. Regulasi dan perda mengenai anti-rokok
2. Kompetitor dari rokok jenis Mild
3. Bertambahnya competitor rokok jenis mild
4. Tingginya pajak rokok
5. Berkurangnya event yang disponsori oleh industry rokok
Strategi yang dapat digunakan
SO Strategy
(S1,O4) Inovasi terbaru produk untuk target mancanegara
(S4,O1) Berusaha untuk mencari investor,dibawah naungan Philip morris memudahkan sampoerna untuk mencari modal.
(S5,03) Promosi besar-besaran untuk menigkatkan brand awareness dan ekspansi bisnis.
(S3,05) melakukan strategi merebut customer
(S2,O2)Tetap mempertahankan pangsa pasar mild yang sedang trend saat ini
OW Strategy
(W5,O1) Atur strategi untuk mempromosikan Avolution di luar negeri melalui bantuan perusahaan Philip Morris
(W3,O2) Lebih memfokuskan strategi untuk mempertahankan mild sebagai tren saat ini
(W2,O4) Buat Inovasi terbaru untuk membuat rokok putih.
(W1,O5) Tekankan Finest Quality kepada customer dan buat persepsei finest Quality tersebut melalui media promosi.
(W4,O3) Pada event yang berskala besar adakan promosi besar-besaran untuk
meningkatkan awareness customer.
SO Strategy
(S5,T1) Ikut dalam kampanye anti-rokok untuk meningkatkan awareness
(S2,T3) Kendalikan pangsa pasar dengan menurunkan harga mild.
(S3,T5) Berusaha untuk mendapatkan sponsor melalui syarat tertentu
(S5,T4) adakan riset untuk mencari bahan baku yang lebih murah.
(S1,T2) Pertahankan customer dan bangun persepsi di customer bahwa sampoerna The Finest Quality
OW Strategy
(W2,T4) Kurangi penawaran mild untuk luar negeri karena bea cukai yg mahal,
tingkatkan penawaran dalam negeri.
(W3,T2) Melakukan penetrasi pasar untuk produk SKM filter
(W1,T1) Membuat Strategi CSR untuk menghadapi perda rokok.
(T4, W5) Buat citra Avolution lebih exclusive lalu ekspor keluar negeri.
(W4,T5) Manfaatkan event berkala sampoerna untuk promosi produk.
Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
1. Market Driven Strategy
PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
2. Blue Ocean Strategy.
Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
4. Diversifikasi Produk
Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
• untuk membuat produk tahan lebih lama,
• mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
• memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
• memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
Jadi intinya PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi produk untuk menaikan penetrasi pasar atau membedakan produk satu dengan lainnya. Beberapa produk PT. HM SAMPOERNA Tbk. antara lain :
I. PT Sampoerna - rokok
a. Dji Sam Soe
b. A Mild
c. U Mild
d. Sampoerna Hijau
e. Avolution
f. Kraton Dalem
g. Panamas
h. Komet
i. Sampoerna Pas
j. A Flava
II. PT Sampoerna Printpack - percetakan kemasan
Perusahaan Percetakan dan Kemasan yang tergabung dalam Kelompok
Perusahaan Sampoerna (KPS), lokasi di Jakarta. Alamat Jl. Raya Bekasi km 24 Cakung , Jakarta Timur
Selain itu PT. HM Sampoerna merupakan salah satu perusahaan yang termasuk dalam kategori single business. Sehingga Dalam single business terdapat tiga level strategi, yaitu:
1. Functional – area Strategies
Inovasi yang dilakukan Sampoerna tak hanya terbatas inovasi dalam produk. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi, proses, sistem, strategi, dan bahkan model bisnis.
Ø Inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960-an
Ø Inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920-an
Ø Inovasi Putera Sampoerna mengembangkan sistem distribusi langsung, membangun corporate brand “HM Sampoerna,” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company,” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan.
2. Business Strategy
Untuk memperkuat posisi pasarnya, PT.HM Sampoerna menghadirkan beberapa macam inovasi, antara lain :
Ø Meluncurkan rokok A Flava Click Mint yaitu produk rokok mild pertama di Indonesia dengan inovasi click mint, yang menawarkan 2 pengalaman rokok berbeda kepada perokok dewasa, yaitu rokok dengan rasa mild & mint.
Ø Meluncurkan rokok A Mild, A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine/LTLN) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg.
3. Operating Strategies
Perusahaan-perusahaan yang paling dikagumi dunia dalam perencanaan dan pengendalian operasinya banyak menerapkan Six Sigma, salah satunya adalah PT HM Sampoerna Tbk.Six Sigma merupakan tujuan yang hampir sempurna dalam memenuhi persyaratan pelanggan. Six Sigma merujuk kepada target kinerja operasi yang diukur secara statistik dengan hanya 3,4 kesalahan untuk setiap juta aktivitas. Six Sigma juga merupakan usaha perubahan budaya supaya posisi perusahaan ada pada kepuasan pelanggan, profitabilitas dan daya saing yang lebih besar. Six Sigma merupakan sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai, mempertahankan dan memaksimalkan sukses bisnis, yang secara unik dikendalikan oleh pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan, pemakaian disiplin terhadap data, fakta dan analisis statistik serta perhatian cermat untuk mengelola, memperbaiki dan menanamkan kembali proses bisnis.
Bab III kesimpulan dan daftar pustaka
. Kesimpulan
Perusahaan sampoerna merupakan perusahaan rokok besar di Indonesia, dengan melakukan diversifikasi dengan berbagai merk dan produk, merupakan suatu langkah yang dijalankan oleh PT. sampoerna agar perusahaan mencapai income stabil karena akan kestabilan Product Life Cycle. PT sampoerna didirikan oleh Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, sampai diturunkan kepada anak-anaknya yaitu Aga Sampoerna, Putera Sampoerna dan putera sampoerna. Tahun 2005 perusahaan ini diakuisisi oleh Philip Morris, sejumlah 40 % dari saham sampoerna dibeli oleh Philip Morris .Philip Morris adalah produsen rokok asal Amerika Serikat dengan keahlian pada produk rokok putih seperti Marlboro, Virginia Slims, dan Benson & Hedges.
PT HM Sampoerna Tbk. Memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi pada sekitar. Hal ini tunjukkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ini seperti penanggulangan bencana dengan membentuk Tim Sampoerna Rescue (SAR), kemudian dalam bidang pendidikan perusahaan ini mendirikan sekolah bisnis yaitu Sampoerna School of Business dan Akademi Putera Sampoerna Foundation yang bertujuan untuk peningkatan pendidikan nasional di Indonesia. Selain itu sampoerna juga melakukan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan mendirikan Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKSampoerna) dan dalam bidang lingkungan sampoerna memberi dukungan terhadap Program Pelestarian Mangrove di Surabaya dan penanaman kembali hutan di Pasuruan dan Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan
PT Sampoerna menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Selain itu perusahaan ini melakukan differensiasi produk terhadap produk lain dengan diluncurkannya produk A-Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. dan juga berbagai jenis merk dikeluarkan oleh Perusahaan ini.
Perusahaan sampoerna Tbk, haruslah selalu bercermin tantang kondisi perusahaan saat ini melalui analisis SWOT, karena dengan SWOT kita bisa menciptakan strategi untuk kemajuan perusahaan yakni dengan meningkatkan strength dan opportunity dan kemudian memperkecil weakness dan Threath
Daftar pustaka
Google.co.id
Wikipedia.co.id
Yahoo.co.id